SULSEL – Biasanya, kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) yang gagah dan sangar itu identik dengan urusan menghalau massa saat unjuk rasa. Namun, di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel), pemandangan justru berbalik 180 derajat. Mobil kebanggaan polisi ini justru tengah sibuk menyiram lahan persawahan yang merana akibat kemarau panjang.
Nasib kurang beruntung memang sedang menimpa petani di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae. Sudah sekitar satu setengah bulan hujan seolah enggan menyapa, membuat sekitar 1.300 hektare lahan persawahan di sana terancam kering kerontang.
Saluran irigasi yang biasanya lancar mendadak ‘mogok kerja’. Sumur bor warga pun tak lagi mampu meneteskan air yang cukup. Padahal, masa panen tinggal menghitung hari, sekitar sebulan lagi. Jika tak segera ditolong, ancaman gagal panen sudah di depan mata.
Melihat kondisi yang bikin deg-degan ini, Polres Sidrap dan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulsel tak mau tinggal diam. Pada Minggu, 9 Agustus 2026, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda bersama personel Brimob langsung turun ke lapangan untuk memastikan air sampai ke tanaman padi warga.
Aksi heroik ini berlanjut hingga Selasa, 11 Agustus 2026, di Desa Aka-Akae, Kecamatan Watang Sidenreng, menandai hari ketiga operasional penyelamatan sawah.
Dua unit AWC dikerahkan dengan membawa sekitar 10 kubik atau 10.000 liter air dalam sekali jalan. Air itu disalurkan langsung ke petak-petak sawah yang sudah retak-retak.
Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda mengatakan kehadiran Polri di tengah masyarakat adalah harga mati, terutama saat petani sedang kesulitan.
"Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya membantu petani yang menghadapi persoalan kekeringan," ujarnya.
Senada dengan Kapolres, Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Selatan Kompol Ramli menyebut pengerahan AWC ini bukti kasih sayang aparat kepada para petani.
"Pengerahan AWC merupakan bentuk kepedulian Brimob terhadap masyarakat dan petani yang membutuhkan pasokan air," ungkapnya.
Kolaborasi apik antara Pemerintah Kabupaten Sidrap, Polres Sidrap, dan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulsel ini tidak berhenti di sini saja. Kendaraan AWC akan tetap disiagakan selama beberapa pekan kedepan untuk distribusi air berkala.
Harapannya, tanaman padi warga tetap bisa bertahan hidup hingga waktu panen tiba, sehingga jerih payah para petani tidak berakhir sia-sia. (*)
