×

Tekan ENTER untuk mencari berita.

Kala Seragam Polisi Hadir Mengusap Duka Korban Gempa di NTT

Ikuti saluran 110News.com di WhatsApp
Kala Seragam Polisi Hadir Mengusap Duka Korban Gempa di NTT
Polda NTT menerjunkan 845 personel gabungan guna mempercepat proses evakuasi serta penanganan pascabencana di NTT. (FOTO: ISTIMEWA)

KUPANG – Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores dengan menerjunkan sebanyak 845 personel gabungan guna mempercepat proses evakuasi serta penanganan pascabencana di lapangan.

Pengerahan pasukan tersebut melibatkan 168 personel dari Markas Polda NTT dan 677 personel dari seluruh Polres jajaran di Pulau Flores. Operasi kemanusiaan ini juga memperkuat barisan bersama 821 personel gabungan dari berbagai instansi terkait yang telah berada di titik-titik terdampak.

Langkah responsif ini menjadi tumpuan dalam menyisir wilayah yang mengalami kerusakan serta memberikan pertolongan pertama bagi warga yang membutuhkan penanganan medis maupun perlindungan darurat. 

Di tengah situasi panik pasca-guncangan, kehadiran petugas kepolisian di lapangan difokuskan untuk memastikan keselamatan warga menjadi prioritas paling mendasar.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra menyatakan pengerahan pasukan secara masif merupakan bentuk komitmen kepolisian untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

“Polda NTT bersama Polres jajaran mengerahkan personel untuk membantu penanganan bencana, khususnya dalam mendukung evakuasi, pelayanan kepada masyarakat dan berbagai kebutuhan penanganan di wilayah terdampak,” kata Henry, Sabtu (15/8/2026).

Konsentrasi pasukan terbesar diturunkan di wilayah yang mengalami dampak cukup signifikan, yakni Polres Ende dengan kekuatan 182 personel, disusul Polres Manggarai Timur sebanyak 150 personel, dan Polres Manggarai sebanyak 100 personel. 

Sementara Polres Nagekeo menyiagakan 80 personel, Polres Sikka 75 personel, Polres Ngada 70 personel, serta Polres Manggarai Barat menerjunkan 72 personel.

Pembagian kekuatan ini dirancang agar setiap kawasan pesisir hingga daerah perbukitan di Flores dapat terjangkau oleh tim penyelamat tanpa ada wilayah yang terisolasi dari bantuan.

“Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendukung koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam penanganan bencana,” ujar Henry.

Dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan ini, sinergi lintas instansi yang melibatkan total lebih dari 1.600 petugas gabungan menjadi kunci percepatan pemulihan. Koordinasi secara berkala terus dilakukan untuk memastikan pendistribusian logistik, pendirian posko pengungsian, dan pelayanan kesehatan berjalan beriringan.

Henry menegaskan seluruh personel telah diinstruksikan bertindak terukur dan selalu mengedepankan aspek kemanusiaan serta keselamatan jiwa warga di atas segalanya.

“Prinsipnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Polri bersama seluruh instansi terkait akan terus bergerak dan berkoordinasi untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan dan pelayanan yang dibutuhkan,” tegas Henry.

Hingga saat ini, Polda NTT bersama jajaran kepolisian daerah terus memantau dinamika situasi di seluruh pelosok Flores. Langkah terpadu ini diharapkan dapat memberikan rasa aman serta memulihkan kondisi sosial masyarakat pascabencana secara bertahap. (*)