×

Tekan ENTER untuk mencari berita.

Gulung Judol Sedot Pulsa, Langkah Bareskrim Polri Selamatkan Anak-anak Penerus Bangsa

Ikuti saluran 110News.com di WhatsApp
Gulung Judol Sedot Pulsa, Langkah Bareskrim Polri Selamatkan Anak-anak Penerus Bangsa
Bareskrim Polri menggulung komplotan judi online (judol) sedot pulsa. Langkah ini menjadi bagian penting untuk selamatkan anak-anak sebagai penerus bangsa. Foto: Mada Mahfud

JAKARTA - Bareskrim Polri menggulung komplotan judi online (judol) sedot pulsa. Langkah ini menjadi bagian penting untuk selamatkan anak-anak sebagai penerus bangsa. 

Judol dengan deposit pulsa telepon seluler diperkirakan memakan banyak korban anak-anak sekolah. Jika dibiarkan, judol modus pulsa ini akan merusak masa depan bangsa. 

Pengungkapan jaringan judol sedot pulsa  disampaikan  dalam Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Perjudian Online Jaringan Internasional Dirtipidum Bareskrim Polri dalam Rangka Mendukung Program Asta Cita Presiden RI.

Konferensi pers berlangsung di gedung Bareskrim Polri, Jumat (14/8/2026). 

Tampil memberi keterangan dalam konferensi pers, Karo Penmas Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Dirtipidum Bareskrim Brigjen Wira Satya Triputra, Kasubdit III Jatanras Kombes Dony Alexander, dan Kasat Resmob Kombes Teuku Arsya Khadafi. 

Karo Penmas Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut pemberantasan judol merupakan komitmen Presiden Prabowo. 

"Pak Kapolri melalui Bareskrim dan jajaran menindaklanjuti komitmen Bapak Presiden untuk memberantas judi dan judol," kata Brigjen Trunoyudo. 

Sementara itu Dirtipidum Bareskrim Brigjen Wira Satya Triputra, mengungkapkan telah menangkap 9 pengelola judol sedot pulsa Ujangbet di Kebon Jeruk Jakbar, Kelapa Dua Tangerang, Pekanbaru, Medan Johor, Medan Kota, dan Lubuk Baja Kepulauan Riau. 

Judol sedot pulsa ini servernya di Kamboja dengan perputaran uang mencapai Rp890 Miliar dalam 1 tahun ini. 

Brigjen Wira Satya menilai judol sedot pulsa sangat berbahaya karena bisa menjerat anak-anak. Judol sedot pulsa membuat judi semakin mudah dilakukan. 

"Hampir semua anak-anak sekarang punya HP. Alasan beli data untuk belajar bisa disalahgunakan. Makanya kami berpesan orang tua untuk awasi putra-putrinya," kata Wira mewanti-wanti. 

Brigjen Wira Satya belum merinci jumlah korban anak-anak mengingat server judol berada di Kamboja. "Kita akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, pelakunya di sini sudah kita tangkap dan akan kita kembangkan," tuturnya. 

Brigjen Wira berharap anak-anak Indonesia sebagai masa depan bangsa harus terlindungi Apalagi pada tahun 2045 sebagai perayaan Indonesia Emas, anak-anak masa sekarang sudah tumbuh dewasa pada tahun tersebut. 

"Sekali lagi kita mengimbau orang tua awasi anak-anak. Mereka adalah masa depan bangsa, harus dilindungi," harap Brigjen Wira.